Gading Marten Sebut Pihak Tawarkan Kerja Sama, Tapi Itu Hanya Percakapan Ramah

Gading hadir untuk menutup salah paham publik

Gading Marten ikut menanggapi isu Blueray Cargo yang belakangan menyebut namanya. Ia hadir dalam konferensi pers Raffi Ahmad bersama Hotman Paris Hutapea pada Kamis (11/6/2026) melalui panggilan video.

Gading menegaskan bahwa ia hadir untuk meluruskan cerita yang beredar. Baginya, publik perlu memahami bahwa pertemuan yang terjadi sebelumnya tidak memiliki konteks transaksi ilegal.

Ia ingin menyampaikan kronologi dengan bahasa yang mudah dipahami agar tidak ada multitafsir.

Pertemuan muncul karena situasi lapangan, bukan skenario

Gading menjelaskan bahwa Raffi dan dirinya sedang berada di Awang Kitchen serta Indo Java. Lalu ada sejumlah orang Indonesia yang meminta foto karena melihat mereka adalah figur publik.

Dari momen itu, obrolan pun dimulai. Namun, Gading menegaskan bahwa tidak ada rencana atau skenario untuk menjalin kerja sama tertentu.

Segalanya terjadi spontan sesuai situasi di lokasi.

“Kami baru dengar nama Blueray dari kabar yang ramai”

Dalam klarifikasi, Gading menyampaikan bahwa ia baru mengetahui nama Blueray ketika isu mulai viral. Saat pertemuan berlangsung, ia tidak memikirkan identitas pihak tersebut.

Hal itu menjadi jawaban atas pertanyaan publik yang mengaitkan Gading sejak awal.

Gading menilai wajar jika publik penasaran, tapi ia juga ingin publik mengerti batas informasi yang ia ketahui pada saat itu.

Ada basa-basi penawaran, isi obrolannya sebatas “jika ingin masuk barang”

Gading menguraikan bahwa pihak tersebut menyampaikan basa-basi penawaran. Intinya, mereka mengatakan jika ada rencana memasukkan barang ke Indonesia, bisa melalui mereka.

Namun, Gading menekankan bahwa percakapan itu tidak berjalan seperti proses formal. Tidak ada perjanjian, tidak ada kesepakatan, dan tidak ada tahapan yang mengarah pada transaksi ilegal.

Yang ada hanya obrolan ringan yang terjadi saat orang menyapa dan berbasa-basi.

Rumor dibangun dari keramahan lalu dianggap bukti

Gading menilai ada upaya untuk membangun narasi dari keramahan mereka. Cara pandang ini membuat publik seolah-olah punya bukti yang sesungguhnya tidak ada.

Padahal, keramahan selebritas adalah hal normal ketika seseorang menyapa dan berbicara sopan.

Ketika keramahan itu dibaca sebagai “indikasi transaksi”, barulah kesalahpahaman terjadi.

Klarifikasi untuk memutus interpretasi yang keliru

Gading mengatakan bahwa ia tidak ingin interpretasi keliru terus melebar. Ia memilih untuk menyampaikan keterangan langsung agar rumor tidak makin liar.

Ia juga memberi sinyal bahwa pihak tertentu mungkin memperluas cerita agar tampak dramatis.

Dengan klarifikasi, ia berharap publik kembali pada fakta kronologi dan tidak berhenti pada asumsi.

Penutup: pertemuan tak disengaja, hubungan sosial bukan transaksi

Di bagian akhir, Gading menegaskan bahwa pertemuan tersebut terjadi secara tidak sengaja. Obrolan dimulai dari permintaan foto dan kemudian basa-basi.

Nama Blueray juga baru diketahui setelah kasus viral. Klarifikasi ini bertujuan meminimalkan salah paham yang terlanjur menempel pada nama dirinya.

Exit mobile version