Industri jam tangan mewah kembali memasuki babak baru. Kali ini datang dari kolaborasi yang tidak pernah benar-benar dibayangkan publik beberapa tahun lalu. Swatch dan Audemars Piguet resmi meluncurkan “Royal Pop”, sebuah proyek horologi eksperimental yang langsung menciptakan demam global hanya dalam hitungan jam sejak diperkenalkan.
Nama Audemars Piguet sendiri selama ini identik dengan kemewahan ekstrem. Brand asal Swiss tersebut dikenal sebagai rumah bagi Royal Oak, salah satu desain jam tangan paling legendaris sepanjang sejarah modern. Jam tangan AP bahkan kerap terlihat di pergelangan tangan miliarder, atlet dunia, hingga selebritas papan atas.
Karena itu, ketika nama AP muncul berdampingan dengan Swatch, banyak kolektor awalnya mengira kabar tersebut hanyalah rumor internet biasa.
Namun semua berubah ketika Royal Pop akhirnya diperlihatkan ke publik.
Dan hasilnya benar-benar di luar dugaan.
Bukan Jam Tangan Biasa, Tapi Statement Fashion
Mayoritas penggemar sebelumnya berharap Swatch akan membuat versi “murah” dari Royal Oak dalam bentuk wristwatch klasik. Namun yang hadir justru sesuatu yang jauh lebih liar.
Royal Pop bukan jam tangan pergelangan biasa. Produk ini hadir sebagai jam saku modern yang dipasang pada lanyard kulit premium. Konsepnya terlihat seperti perpaduan antara luxury watch, aksesori streetwear, dan collectible art piece.
Meski bentuknya berbeda, identitas Royal Oak tetap terasa sangat kuat.
Bezel oktagonal khas AP lengkap dengan baut exposed tetap dipertahankan. Tekstur dial Petite Tapisserie yang selama ini menjadi ciri khas Royal Oak juga masih hadir dengan detail yang cukup mewah untuk ukuran produk Swatch.
Desainnya langsung memancing reaksi besar di internet.
Sebagian menyebutnya aneh.
Sebagian lain justru menganggapnya sebagai karya paling kreatif yang pernah dilakukan Swatch.
Namun satu hal yang tidak bisa dibantah adalah efek hype-nya benar-benar luar biasa.
Delapan Warna Pop-Art yang Langsung Viral
Royal Pop hadir dalam delapan varian warna berbeda dengan nuansa pop-art yang sangat kuat. Angka delapan dipilih sebagai simbol penghormatan terhadap desain bezel segi delapan milik Royal Oak.
Swatch tampaknya memang sengaja membuat koleksi ini terasa sangat “fun” dan berani.
Ada model dengan warna pink terang, hijau neon, navy-oranye, hitam putih monokrom, hingga kombinasi warna ekstrem seperti turquoise dan kuning terang.
Beberapa kolektor bahkan menyebut lineup warnanya terasa seperti sneaker limited edition dibanding jam tangan luxury tradisional.
Koleksi ini dibagi menjadi dua kategori utama.
Versi pertama bernama Lépine tampil lebih minimalis dengan dua jarum utama dan posisi crown di angka 12.
Sementara versi Savonnette hadir lebih kompleks dengan tambahan subdial detik serta posisi crown di samping kanan.
Varian Savonnette langsung disebut sebagai model paling panas di pasar karena desainnya terlihat jauh lebih eksentrik dan mencolok.
Swatch Naik Kelas Lewat Mesin Mekanikal
Hal yang paling mengejutkan dari Royal Pop ternyata bukan desainnya, melainkan isi mesinnya.
Swatch membekali produk ini dengan movement mekanikal Sistem51 hand-wound, bukan mesin quartz biasa seperti yang digunakan pada sebagian besar koleksi mereka.
Langkah ini membuat banyak penggemar horologi cukup terkejut.
Pasalnya, penggunaan movement mekanikal manual winding membuat Royal Pop terasa lebih serius dibanding kolaborasi Swatch sebelumnya.
Jam ini juga memiliki power reserve hingga sekitar 90 jam. Angka tersebut tergolong sangat baik untuk kelas harga yang ditawarkan.
Tidak hanya itu, Swatch juga memberikan detail premium seperti:
- Kristal safir depan dan belakang
- Exhibition caseback transparan
- Pegas anti-magnetik Nivachron
- Dial textured ala Royal Oak
- Lapisan Super-LumiNova bercahaya biru
Banyak analis menyebut spesifikasi tersebut terasa “terlalu mahal” untuk produk Swatch.
Karena itulah sebagian kolektor menilai Royal Pop punya potensi menjadi salah satu rilisan collectible paling dicari dalam beberapa tahun ke depan.
Harga Retail “Murah”, Tapi Pasar Resale Diprediksi Brutal
Salah satu alasan utama mengapa Royal Pop langsung menjadi rebutan adalah faktor harga.
Untuk ukuran kolaborasi bersama Audemars Piguet, harga resminya tergolong sangat terjangkau.
Versi Lépine dijual di kisaran USD 400 atau sekitar Rp6,5 juta. Sedangkan versi Savonnette berada di kisaran USD 420 atau sekitar Rp6,8 juta tergantung kurs dolar saat peluncuran.
Sebagai perbandingan, Royal Oak original milik AP bisa dibanderol mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah tergantung model dan materialnya.
Karena itu, banyak orang melihat Royal Pop sebagai cara termurah untuk “merasakan” aura Audemars Piguet.
Namun situasi di pasar nyata tampaknya bakal jauh lebih panas.
Antrean panjang mulai muncul di berbagai kota besar dunia bahkan sebelum penjualan resmi dimulai. Banyak toko Swatch dilaporkan sudah dipenuhi calon pembeli sejak pagi buta.
Fenomena ini mengingatkan publik pada kegilaan MoonSwatch beberapa tahun lalu yang sempat membuat harga resale melonjak berkali-kali lipat.
Untuk pasar Indonesia, harga secondary market Royal Pop diprediksi bisa langsung menyentuh:
- Rp12 juta hingga Rp18 juta untuk model standar
- Rp20 juta hingga Rp30 juta untuk warna paling langka
- Bisa lebih tinggi jika stok ternyata sangat terbatas
Komunitas jastip dan reseller Asia Tenggara juga mulai bergerak cepat berburu stok dari Singapura, Jepang, hingga Eropa.
AP x Swatch Berhasil Mengubah Definisi Luxury Watch
Royal Pop mungkin bukan jam tangan yang dibuat untuk semua orang.
Desainnya nyentrik. Bentuknya tidak biasa. Konsepnya bahkan terasa lebih dekat ke dunia fashion dibanding horologi tradisional.
Namun justru di situlah kekuatannya.
Kolaborasi ini berhasil membuktikan bahwa industri jam tangan modern kini tidak hanya berbicara soal komplikasi mesin atau material mahal. Dunia horologi sekarang juga bergerak bersama kultur hype, fashion, dan identitas gaya hidup generasi baru.
Dan lewat Royal Pop, Swatch sekali lagi menunjukkan bahwa mereka masih menjadi raja dalam menciptakan fenomena global yang mampu membuat seluruh industri ikut ribut membicarakannya.











