Lagu Badai jadi alasan penting dalam perjalanan karier Sammy
Jakarta—Sammy Simorangkir mengaku sudah memutuskan daftar lagu yang akan ia bawakan dalam konser tunggal bertajuk 20 Tahun Suara Sammy Simorangkir (20SSS). Salah satu penekanan yang ia sampaikan saat jumpa pers adalah adanya lagu-lagu ciptaan Badai yang akan ikut mengisi penampilannya.
Menurut Sammy, pilihan ini bukan semata ikut-ikutan tren konser, melainkan karena lagu-lagu tersebut punya posisi khusus dalam perjalanan bermusiknya selama dua dekade. Ia menyebut promotor memang meminta lagu-lagu yang pernah ia bawakan sebelumnya, sehingga secara otomatis ia merasa “wajar” jika materi yang paling dekat dengan perjalanan karier ikut dibawa ke panggung.
“Jadi karena ini dua dekade perjalanan bermusik saya, memang dari promotor pasti request lagu-lagu yang pernah saya bawakan, itu sudah pasti,” kata Sammy saat konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa sampai sekarang pun lagu-lagu tersebut masih terdengar di radio, seolah tidak pernah benar-benar hilang dari telinga pendengar. Bagi Sammy, hal itu menjadi tanda bahwa karyanya bersama deretan lagu yang ia bawakan selama bertahun-tahun memang punya tempat di industri dan di hati penikmat musik.
Konser berlangsung 13 Mei 2026, durasi sekitar 2,5 jam
Konser 20SSS rencananya akan digelar di Tennis Indoor Senayan pada 13 Mei 2026. Sammy dijadwalkan tampil selama kurang lebih 2,5 jam, dengan konsep konser yang disiapkan untuk merayakan perjalanan kariernya di dunia musik.
Tiket konser dibanderol mulai Rp800 ribu hingga Rp3 juta. Penjualan tiket disebut tersedia melalui platform guehadir.id, sehingga penggemar dapat memantau informasi terkait jadwal, ketersediaan, dan pilihan kelas tempat duduk.
Dari sisi agenda, promotor menyusun konser sebagai momen spesial yang bukan hanya menampilkan lagu-lagu hits, tetapi juga mempertemukan kembali karya-karya yang dulu sering dibawakan Sammy dan menjadi bagian dari perjalanan panjangnya.
Untuk Sammy sendiri, tampil di konser tunggal dua dekade menjadi semacam “pemberhentian sejenak” untuk mengingat lagi perjalanan yang sudah ia lewati. Ia menilai, bukan setiap seniman punya kesempatan merayakan tahapan karier selama itu dalam satu panggung.
Pembayaran royalti dan izin hak cipta jadi prioritas
Saat ditanya terkait penggunaan lagu-lagu yang menjadi bagian perjalanan kariernya, Sammy menegaskan bahwa aspek perizinan tidak boleh dilewatkan. Ia menyampaikan bahwa penggunaan lagu-lagu tersebut mengikuti aturan yang berlaku, termasuk soal pembayaran royalti kepada pencipta lagu.
“Jadi sesuai mekanisme yang berlaku, penyelenggara telah membayarkan, akan membayarkan sesuai dengan arahan pemerintah,” ujarnya.
Penegasan Sammy ini kemudian diperjelas oleh promotor. Dalam kesempatan terpisah, promotor dari Enjoy Live Experience, Dino Hamid, menyatakan pihaknya memastikan seluruh lagu yang dibawakan dalam konser sudah melalui proses perizinan dan pembayaran hak cipta.
Dino menekankan bahwa aturan yang digunakan bukan sekadar formalitas. Ia menyebut bahwa konteks lagu yang dibawakan dalam kegiatan komersial memang harus dibayarkan. Dino menilai, pihaknya dan tim penyelenggara memahami betul konsep performing rights sehingga harus dipenuhi.
“Sesuai dengan aturan dan undang-undang, memang PP 56 menyatakan bahwa lagu yang dibawakan dalam konteks komersial harus dibayarkan oleh penyelenggara,” tutur Dino.
“Clear” mengikuti peraturan: penyelenggara menyiapkan anggaran untuk lisensi
Dino juga menegaskan bahwa pihaknya menganggarkan clearance atas seluruh lagu yang masuk daftar konser. Ia menyatakan proses tersebut tidak dibiarkan berjalan seadanya, karena menurutnya semua harus “terukur” sesuai prosedur.
Ia menilai, aspek pembayaran royalti bukan masalah yang perlu diperdebatkan secara emosional. Menurutnya, selama penyelenggara sudah melakukan pembayaran dan perizinan sesuai aturan, maka konser bisa berjalan dengan landasan yang jelas.
“Jadi clearance terhadap semua lagu yang dibawakan di konser nanti itu sudah pasti kita anggarkan dan memang secara aturan dibayarkan,” kata Dino.
Ia melanjutkan dengan penjelasan bahwa pembayaran tersebut juga merupakan bagian dari sistem yang pada akhirnya bisa terlihat dari tiket yang dibeli audiens. Dari penjelasan Dino, istilah yang ia gunakan adalah edukasi bahwa royalti sekitar dua persen dibayarkan oleh audiens melalui tiket.
Konser sebagai momentum edukasi soal hak musik
Menariknya, Dino tidak hanya bicara soal kepatuhan administrasi. Ia menyebut konser ini dapat menjadi momentum untuk mengedukasi publik bahwa penggunaan lagu dalam konser tidak bisa asal ambil dan asal tampil.
Dengan kata lain, promotor ingin audiens memahami bahwa pembayaran royalti memiliki jalurnya sendiri dan menjadi kewajiban dalam industri musik. Menurut Dino, ketika aturan dijalankan, semua pihak diharapkan tetap bisa bekerja di koridor yang benar—mulai dari pencipta, pemegang hak, sampai penyelenggara.
Ia menilai, jika semua proses dilakukan sesuai ketentuan, maka pertanyaan tentang “apa yang dibayar” dan “bagaimana jalurnya” seharusnya sudah tidak perlu dipolemikkan.
“Jadi menurut saya kita sudah sangat clear bahwa kita mengikuti peraturan yang ada,” tuturnya.
Sammy tetap menekankan pilihan lagu punya keterikatan personal
Di sisi lain, Sammy tetap membawa suasana konser ke sisi yang lebih personal. Ia menempatkan lagu-lagu ciptaan Badai sebagai bagian dari perjalanan yang ia jalani. Artinya, lagu tersebut bukan lagu yang kebetulan “nyangkut” dalam daftar, melainkan punya jejak.
Sammy juga terlihat ingin memastikan bahwa publik tidak hanya melihat konser sebagai tontonan sesaat, tetapi sebagai bentuk pengakuan atas perjalanan kariernya yang sudah berjalan lama. Ia berusaha menghubungkan kembali karya yang pernah ia bawakan kepada pendengar yang mungkin sudah tumbuh bersama lagu-lagu itu.
Bagi fans yang sudah mengikuti Sammy sejak lama, konser jenis ini biasanya ditunggu karena daftar lagu yang dibawakan sering dianggap mewakili “era” tertentu. Karena itulah, ketika lagu Badai masuk, banyak orang bisa merasakan ada kesinambungan dari masa ke masa.
Kolaborasi promotor-pelaksanaan: hak cipta bukan urusan belakang panggung
Jika selama ini sebagian penonton berpikir urusan hak cipta hanya ada di ranah administrasi, pernyataan promotor membantu menggeser cara pandang. Mereka menyebut bahwa clearance dan royalti adalah bagian dari perencanaan konser yang sejak awal sudah dibahas.
Dengan durasi 2,5 jam, daftar lagu yang dibawakan jelas akan melewati proses yang cukup panjang. Dan untuk setiap lagu, harus ada kepastian bahwa izin dan royalti telah dikelola.
Di titik ini, penegasan Sammy dan Dino seolah menutup kemungkinan misinformasi. Mereka sama-sama menyampaikan pesan: konser bisa terasa meriah, tetapi tetap berjalan dengan prosedur yang benar.
Detail lokasi dan harga tiket memberi gambaran skala acara
Konser 20SSS di Tennis Indoor Senayan otomatis menghadirkan kesan skala besar. Lokasinya dikenal sebagai tempat yang mampu menampung penonton dalam kapasitas yang lumayan, sehingga konser dua dekade biasanya memang dirancang untuk kualitas produksi yang lebih serius.
Tiket mulai dari Rp800 ribu sampai Rp3 juta memberi opsi bagi berbagai kalangan. Dari segi pengalaman, rentang harga seperti ini juga sering membuat fans bisa memilih jarak dan kenyamanan sesuai preferensi.
Sammy dan promotor seolah ingin agar konser ini bisa dijangkau, tanpa mengurangi standar penyelenggaraan.
Penutup: royalti dibayar, lagu dibawakan dengan mekanisme yang jelas
Pada akhirnya, konser 20SSS menampilkan dua pesan besar sekaligus. Pertama, Sammy Simorangkir akan membawakan lagu-lagu ciptaan Badai karena lagu-lagu tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya selama dua dekade. Kedua, promotor menegaskan bahwa penggunaan lagu dalam konser sudah melalui proses perizinan serta pembayaran royalti sesuai aturan yang berlaku.
Konser tetap berdiri sebagai perayaan musik, tetapi di saat yang sama pihak penyelenggara ingin memastikan publik memahami bahwa karya musisi juga punya hak, dan hak itu harus dihormati. Jika semuanya berjalan sesuai mekanisme, maka pertunjukan yang direncanakan pada 13 Mei 2026 bisa menjadi momen yang benar-benar lengkap: seru di panggung, rapi di belakang layar.











