Sule: “Daripada Ngoyo Uang, Lebih Baik Ngurus Karya”

Sule memaparkan cara pandang keluarga soal urusan warisan

Sule membagikan pandangan keluarga terkait sengketa warisan Lina Jubaedah. Sule mengungkap bahwa Rizky Febian tidak terlalu menaruh perhatian berlebih pada proses tersebut.

Sule menyebut sikap Rizky dan adik-adiknya cenderung berbeda dari anggapan banyak orang. Menurut Sule, mereka tidak ngoyo atau mengejar dengan cara yang menunjukkan gelisah terhadap uang.

Sule menilai, cara pandang seperti itu membantu keluarga tetap menjaga suasana agar tidak berubah jadi ajang pertikaian.

Rizky tetap berjalan dengan prioritasnya sendiri

Sule mengatakan bahwa Rizky memiliki prioritas lain. Rizky tetap menjalani rutinitas sebagai sosok yang bekerja di dunia musik dan hiburan.

Menurut Sule, sikap cuek Rizky bukan berarti ia tidak peduli, tetapi Rizky memilih memusatkan energi untuk hal yang paling ia kuasai. Sule juga merasa itu lebih sehat untuk mental seseorang.

Bagi Sule, ketika seseorang terus fokus pada kerja kreatif, hidup terasa lebih punya arah.

Sule menasihati: bila mau lewat hukum, jalani—tapi jangan larut

Sule menjelaskan bahwa Rizky boleh mengambil haknya lewat jalur hukum jika itu yang ia pilih. Namun Sule kembali menekankan batas yang penting: jangan larut dan jangan sampai habis energi.

Sule memandang sengketa bisa berjalan lama dan berpotensi membuat orang terbawa emosi. Karena itu, Sule ingin Rizky tetap punya kontrol.

Sule menyarankan agar Rizky menempatkan proses hukum sebagai bagian dari pilihan, bukan pusat kehidupan.

“Mendingan berkarya saja,” kata Sule dengan nada tegas

Sule menegaskan bahwa jalan terbaik adalah berkarya. Sule menyebut bahwa aktivitas seperti membuat musik atau konser adalah langkah yang lebih bermakna daripada terjebak debat panjang.

Bagi Sule, karya bisa memberi hasil yang jelas, baik untuk Rizky sendiri maupun untuk penikmat musik. Dengan kata lain, karya tidak membuat emosi terkuras tanpa ujung.

Sule ingin Rizky tetap produktif meskipun ada pembahasan sengketa di luar sana.

Sule bersyukur anak-anaknya mandiri dan tidak menggantungkan semuanya

Sule menyampaikan rasa bangga karena anak-anaknya sudah mampu menghasilkan uang sendiri. Sule menganggap itu sebagai hasil dari pola pembelajaran dalam keluarga.

Sule mengatakan orang tua perlu membentuk anak agar mampu memikirkan kehidupan secara mandiri. Jadi ketika ada konflik, anak tidak mudah goyah karena sudah punya pijakan.

Kemandirian itu membuat keluarga lebih tenang dan tidak mudah terpengaruh.

Sule menilai orang tua perlu “mengajak berpikir” bukan “mengatur”

Sule menekankan bahwa orang tua idealnya tidak hanya mengatur dari atas. Sule menyebut orang tua perlu memberi ruang untuk diskusi dan pemikiran bersama.

Sule mengatakan, hanya sekadar mengatur bisa membuat anak tidak siap menghadapi realitas. Dengan membangun pola diskusi, anak lebih siap menentukan sikapnya sendiri.

Sikap Rizky yang cuek, menurut Sule, terlihat sebagai hasil dari pembentukan cara pandang tersebut.

Penutup: Sule ingin Rizky tetap stabil—dan musik tetap jalan

Pada akhirnya, Sule ingin Rizky tetap stabil dan produktif. Sule menegaskan bahwa sengketa warisan tidak perlu membuat Rizky berhenti berkarya.

Sule berharap Rizky mengalihkan fokus pada musik dan konser, sehingga arah hidup tidak hilang. Bagi Sule, karya adalah cara paling sehat untuk meneruskan langkah.

Dengan sikap yang ditunjukkan Rizky, Sule seolah percaya bahwa masa depan kariernya akan tetap berjalan meski situasi keluarga sedang ada proses.