Derby Romero: “Saya memang dari dulu pengin action”
JAKARTA—Derby Romero membuka pembahasan soal film barunya, Ikatan Darah. Ia menegaskan bahwa keinginannya bermain film laga sudah ada sejak lama.
Baginya, action bukan sekadar gaya. Derby menyebut ia ingin merasakan pengalaman yang benar-benar “menghajar” kemampuan dirinya sebagai aktor, termasuk dari sisi fisik.
Saat akhirnya proyek ini menjadi nyata, Derby merasa mendapat kesempatan yang langka dan bernilai.
Karakter Bilal membuat Derby harus keluar dari kebiasaan
Dalam film tersebut, Derby memerankan Bilal. Derby mengungkap bahwa karakternya memaksa dirinya untuk keluar dari zona nyaman, baik dari sisi emosi maupun persiapan adegan.
Bilal digambarkan sebagai sosok dengan beban besar yang memengaruhi cara ia bergerak dan cara ia mengekspresikan emosi. Derby merasa harus menyesuaikan banyak hal agar Bilal terlihat konsisten di sepanjang cerita.
Ia juga menilai ada tantangan tersendiri ketika karakter tidak hanya “baik”, tapi juga punya keputusan yang berujung masalah.
Latihan lari di medan naik-turun, dilakukan berulang
Derby lalu menceritakan persiapan adegan action yang ia jalani. Ia mengaku harus latihan intensif sebelum masuk tahap syuting.
Salah satu latihan yang paling melekat di ingatannya adalah adegan lari yang dilakukan berulang kali. Derby menyampaikan ada tahap di mana ia perlu lari setiap hari dengan medan yang naik-turun, sehingga tubuh bekerja lebih berat.
Ia bilang, proses itu membuat dirinya benar-benar merasakan capek yang nyata, tapi ia juga puas karena latihan tersebut membuahkan hasil saat syuting.
Konflik batin Bilal: ingin melindungi keluarga, tapi caranya salah
Derby juga mengulas konflik batin yang ada pada Bilal. Dalam cerita, Bilal melakukan apa saja demi keluarga dan adiknya, Mega.
Namun Bilal memilih jalan yang keliru, dan dari sinilah muncul konsekuensi besar. Derby menjelaskan ia harus memikirkan bagaimana menggambarkan emosi yang tidak sepenuhnya hitam-putih.
Baginya, menampilkan sisi niat baik yang berubah jadi keputusan salah adalah bagian paling menantang dari peran ini.
Bilal relevan dengan tekanan tanggung jawab keluarga
Derby menilai kisah Bilal dekat dengan realita. Ia mengatakan banyak orang punya keinginan melindungi keluarga, tapi tidak selalu tahu cara terbaik untuk melakukannya.
Ia juga menyebut banyak orang hidup dalam tekanan tanggung jawab yang bertumpuk—sebuah kondisi yang sering disebut generasi sandwich.
Lewat film ini, Derby berharap penonton bisa melihat bahwa “melindungi” tidak otomatis berarti “memilih cara yang tepat”. Ada akibat dari setiap pilihan.
Derby bangga dan berharap pesan moralnya nyampe
Dalam sesi screening, Derby menunjukkan rasa bangganya. Ia merasa diberi peran yang sarat konflik dan memungkinkannya belajar hal baru.
Derby berharap penonton bisa menangkap pesan moral yang dibawa oleh Bilal. Ia ingin penonton bukan hanya menikmati adegan action, tapi juga memahami perjalanan batin karakter.
Baginya, ketika film berhasil membuat penonton memikirkan dampak pilihan, maka tujuan film sudah tercapai.
Ikatan Darah akan tayang mulai 30 April 2026
Derby menutup dengan informasi jadwal tayang. Ikatan Darah dijadwalkan tayang di bioskop mulai 30 April 2026.
Ia menunggu saat film ini akhirnya bisa ditonton langsung oleh masyarakat. Derby berharap penonton bisa merasakan pengalaman yang ia jalani: capeknya latihan, ketegangan emosi, dan kepuasan saat semua adegan selesai.
Ia yakin film ini punya daya tarik yang kuat karena menggabungkan aksi dan konflik keluarga yang dekat dengan kehidupan.











